Dulu, membaca pertumbuhan industri game relatif sederhana: lihat penjualan console, jumlah game terjual, lalu bandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sekarang ceritanya jauh lebih rumit. Pemain tersebar di mobile, PC, console, subscription service, hingga game cross-platform.
Karena itu, Cara Mengukur Pertumbuhan Industri Game tidak bisa hanya bergantung pada satu indikator.
Revenue memang penting, tetapi jumlah pemain, engagement, spending per user, platform mix, dan model monetisasi juga perlu dibaca bersama untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih akurat.
Mengapa Fragmentasi Platform Membuat Pengukuran Lebih Sulit?
Pemain modern tidak selalu loyal pada satu perangkat. Seseorang bisa memainkan game mobile saat perjalanan, menggunakan PC pada malam hari, lalu bermain console saat akhir pekan.
Akibatnya, menghitung jumlah pemain berdasarkan akun atau perangkat dapat menghasilkan duplikasi. Satu orang bisa tercatat sebagai beberapa pengguna berbeda dalam dataset yang terpisah.
Fragmentasi juga membuat model bisnis semakin beragam. Mobile banyak mengandalkan free-to-play, iklan, dan in-app purchase.
PC memiliki kombinasi premium game, DLC, dan microtransaction, sedangkan console juga memiliki subscription, digital purchase, serta physical software.
Itulah sebabnya perbandingan langsung antarplatform sering menyesatkan jika definisi metriknya tidak dibuat konsisten.
Mulai dari Pertumbuhan Revenue per Platform
Revenue tetap menjadi indikator paling mudah untuk melihat ukuran ekonomi industri.
Newzoo memperkirakan pasar game global mencapai US$213,9 miliar pada 2026, naik sekitar 6,1% dibanding tahun sebelumnya. Mobile diperkirakan menyumbang US$121,1 miliar, console US$46,9 miliar, dan PC US$45,9 miliar.
Namun, melihat angka terbesar saja belum cukup.
PC, misalnya, mencatat pertumbuhan sekitar 12% pada 2025 menjadi US$43,6 miliar, pertumbuhan tahunan tertinggi dalam dataset Newzoo. Artinya, platform dengan revenue lebih kecil tetap dapat mempunyai momentum pertumbuhan lebih besar.
Gunakan Growth Rate, Bukan Hanya Market Size
Market size menjawab pertanyaan, “Seberapa besar pasar sekarang?”
Growth rate menjawab pertanyaan berbeda: “Seberapa cepat pasar berubah?”
Keduanya harus dibaca bersama. Platform dengan nilai US$100 miliar tetapi tumbuh 2% memiliki karakter berbeda dibanding platform US$40 miliar yang tumbuh 12%.
Perbandingan seperti ini membantu melihat momentum yang tersembunyi di balik ukuran pasar.
Ukur Jumlah Pemain dan Tingkat Penetrasi
Pendapatan tidak selalu bergerak sejalan dengan jumlah pemain.
Newzoo memperkirakan jumlah pemain global mencapai sekitar 3,7 miliar pada 2026, naik 4,4% secara tahunan. Pertumbuhan pemain juga semakin terkonsentrasi pada emerging markets.
Jumlah pemain membantu mengukur reach industri, sementara revenue menunjukkan nilai ekonominya.
Jika jumlah pemain meningkat cepat tetapi pendapatan tumbuh lambat, bisa jadi industri sedang memasuki wilayah baru dengan purchasing power lebih rendah.
Sebaliknya, jika pemain hanya bertambah sedikit tetapi revenue naik tinggi, monetisasi per pemain mungkin sedang menguat.
Kesalahaan umum adalah menganggap kedua pola tersebut sebagai fenomena yang sama.
Jangan Abaikan Engagement Pemain
Growth tidak selalu berarti lebih banyak pengguna baru. Pertumbuhan juga dapat berasal dari pemain lama yang bermain lebih sering dan menghabiskan lebih banyak waktu.
Sensor Tower mencatat game menghasilkan sekitar 52 miliar download lintas mobile, PC, dan console selama 2025. Sebagian besar volumenya berasal dari mobile.
Namun, volume download saja tidak menjelaskan kesehatan suatu ekosistem.
Metrik seperti daily active users, monthly active users, session frequency, playtime, retention, dan churn perlu ikut diperhatikan.
Game dengan download turun 5% tetapi retention meningkat, misalnya, belum tentu sedang mengalami penurunan. Basis pemainnya mungkin justru menjadi lebih berkualitas.
Pisahkan Pertumbuhan Akuisisi dan Monetisasi
Mobile gaming merupakan contoh bagus tentang pentingnya memisahkan kedua indikator tersebut.
Sensor Tower melaporkan mobile gaming menghasilkan sekitar US$82 miliar dari in-app purchase pada 2025. Revenue tersebut masih tumbuh sekitar 1% meskipun pertumbuhan download melambat.
Pola ini menunjukkan industri semakin mengandalkan engagement dan monetisasi pemain yang sudah ada.
Jadi, Cara Mengukur Pertumbuhan Industri Game seharusnya membedakan acquisition growth dengan monetization growth.
Jika download meningkat tetapi revenue per user jatuh, bisnis mungkin mendapatkan lebih banyak pengguna dengan kualitas monetisasi lebih rendah. Sebaliknya, pertumbuhan revenue tanpa lonjakan pemain dapat menunjukkan peningkatan lifetime value.
Masukkan Hardware sebagai Indikator Tambahan
Pada PC dan console, hardware memberi sinyal tambahan tentang arah industri.
Steam Hardware & Software Survey Agustus 2026, misalnya, menunjukkan Windows 11 64-bit digunakan sekitar 75,53% pengguna Windows yang mengikuti survei Steam. Sementara RAM 16 GB masih menjadi konfigurasi paling umum dengan porsi sekitar 41%.
Data tersebut tidak langsung menunjukkan pendapatan, tetapi membantu membaca kesiapan basis pemain terhadap teknologi game baru.
Pada console, penjualan generasi hardware baru juga dapat mendorong software spending selama beberapa tahun setelah peluncuran.
Karena itu, hardware adoption layak menjadi leading indicator, bukan hanya statistik teknis.
Pisahkan Content, Hardware, dan Subscription
Mencampur semua pengeluaran game dalam satu angka juga dapat mengaburkan tren.
Circana mencatat consumer spending industri video game Amerika Serikat mencapai sekitar US$60,7 miliar pada 2025 dan memproyeksikannya meningkat menjadi US$62,8 miliar pada 2026.
Tetapi kategori di dalamnya tidak selalu bergerak bersama.
Pada Juli 2026, misalnya, total spending turun sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya. Hardware turun 29%, sementara subscription spending justru meningkat 6%.
Kalau semuanya hanya dibaca sebagai “pasar turun 10%”, perubahan model konsumsi pemain akan terlewat.
Buat Indeks Pertumbuhan Lintas Platform
Cara praktis mengatasi fragmentasi adalah membuat dashboard dengan beberapa kelompok metrik.
Gunakan revenue growth untuk mengukur nilai ekonomi, player growth untuk reach, engagement untuk intensitas penggunaan, dan ARPU atau spending per player untuk monetisasi.
Lalu tambahkan platform share untuk melihat perpindahan antara mobile, PC, dan console.
Bobotnya bisa disesuaikan dengan tujuan analisa. Publisher free-to-play mungkin memberi bobot besar pada retention dan spending per player, sementara perusahaan hardware akan lebih memperhatikan installed base dan software attachment rate.
Dengan metode ini, pertumbuhan industri tidak diwakili satu angka saja.
Cara Mengukur Pertumbuhan Industri Game di era fragmentasi membutuhkan kombinasi revenue, jumlah pemain, engagement, monetisasi, hardware, dan platform share.
Jangan terpaku pada market size atau download semata karena setiap platform memiliki pola pertumbuhan berbeda. Mulailah membuat dashboard lintas platform agar perubahan pasar dapat dibaca lebih cepat dan keputusan bisnis menjadi lebih akurrat.